Pendidikan Moral sebagai Bingkai Pembentuk Calon Pendidik
Berkarakter Kuat dan Cerdas
Pendidikan moral merupakan suatau
pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang paham akan moral,
fokus utamanya adalah generasi muda cerdas tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Sementara moralitas yaitu sebuah ilmu
pengetahuan tentang cara berperilaku dalam kehidupan. UU pasal 1 menegaskan bahwa tujuan dari
sebuah pendidikan adalah berkembangnya potensi seseorang yang cerdas,
berkepribadian baik dan memiliki akhlak yang mulia.
Melalui pendidikan moral seharusnya
dapat membawa peserta didik menjadi dewasa, mandiri, bertanggungjawab. Memiliki
rasa malu, jauh dari sifat plip plan atau tidak konsisten, berakhlak mulia serta
berbudi pekerti luhur agar setelah menyelesaikan pendidikannya tidak lagi
bergantung kepada orangtua, masyarakat atau orang terdekat lainnya.
Modal awal pembentukan karakter
setiap insan adalah pendidikan moral. Namun tak jarang banyak yang menyepelekan
dan menganggap enteng maslaah ini, baik itu dari orang tua, sekolah bahkan
pemerintah sekalipun.Padahal pendidikan moral adalah bingkai pembentuk seorang
pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas. Sebagaimana yang akan kami ulaskan
dalam artikel ini.
Sekarang ini, banyak problematika dalam
dunia pendidikan yang tidak sesuai dengan nilai moral, etika dan norma, serta
tingah laku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Sangat banyak bahkan
kerap kali pelajar melakukan penyimpangan seperti merokok disekolah, tawuran
antar pelajar, pergaulan bebas, berkelahi dan lain sebagainya. Nah, inilah
mandat seorang guru atau pendidik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan
membentuk karakteristik ke arah yang lebih baik. Tapi Permasalahannya tidak
hanya terdapat pada anak didik. Terkadang pendidik juga melakukan kesalahan
dalam mendidik, misalnya memperbolehkan peserta didik untuk mencontek saat
ujian berlangsung. Dengan dalih agar sekolahnya mendapatkan presentase
kelulusan yang baik sehingga sekolah tidak akan malu. Ada pula pendidik yang
melakukan kekerasan kepada siswa yang nakal. Padahal pemerintah telah melarang
keras mendidik dengan menggunakan kekerasan. Meskipun tujuannya baik, tapi
dapat menumbuhkan trauma psikis tersendiri. Hal itu juga dapat merusak moral
dari pendidik yang seharusnya mengayomi tapi justru sebaliknya.
Pendidik yang profesional harus
menyadari bahwa peserta didik yang datang ke sekolah telah memiliki sikap,
kepercayaan dan kebiasaan tentang moral yang terlebih dahulu ia dapatkan
dirumah dan di lingkungan. Sehingga menyebabkan berbagai persoalan moral yang
signifikan dari segi pengetahuan dan prinsip anak.
Bagaimana seorang pendidik bertingkah
laku disekolah akan memberikan pengaruh kepada siswanya. Karena faktanya apa
yang dibicarakan gurunya disekolah akan lebih di gugu lan ditiru oleh siswanya.
Selain itu, guru mengemban tanggungjawab untuk mengembangkan moral siswa yang
berorientasi mencapai kesuksesan moral, etika yang baik dan akhlak yang tinggi.
Pendidikan moral calon pendidik yang
bermoral kuat dan cerdas dapat dilakukan dengan menerapkan hal-hal berikut ini
:
1. Membekali diri dengan niat
tulus ikhlas dengan misi menjadikan siswa sebagai generasi penerus yang hebat,
cerdas, dan berkarakter. Jika seorang guru melakukan dengan niat yang ikhlas,
niscaya akan tercipta karakter-karakter unggul terutama dalam hal moral. Jangan
mengajar hanya semata-mata karena gaji atau profesi.
2. Membekali diri pendidik dengan
kreatifitas yang tinggi. Hal ini sangat diharapkan terdapat pada setiap guru.
Karena guru yang kreatif memiliki cara pengajaran yang berbeda. Banyak sekali
hal-hal kreatif tercipta yang akan membuat siswa menjadi senang dan semangat
dalam belajar. Jika guru hanya menyampaikan pelajaran secara berulang dengan
cara yang sama, siswa akan mudah bosan.
3. Menjadi Pendidik yang
inspiratif yaitu terbuka dan membuka wawasan bagi siswa maupun dirinya sendiri.
Wawasan yang dimaksudkan disini adalah membuka pikiran-pikiran baru dan
berbagai cara baru demi mensukseskan tugasnya dalam pembelajaran. Guru
inspiratif juga dapat menjadi salah satu fasilitas kesuksesan siswa dalam
belajar. Berikut yang harus dilakukan oleh guru inspiratif :
·
Bersikap terbuka dalam menjalankan rencana mengajar dan
kegiatan belajar mengajar.
·
Mengolah dengan sebaik mungkin bagaimana kiat-kiat
menyampaikan pelajaran kepada siswa
·
Menjadikan isi pelajaran sebagai ilmu nyata yang tidak hanya
dipelajari tapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
·
Menunjukkan perilaku yang demokratis terhadap siswa dan
memiliki tenggang rasa atau saling menghargai terhadap semua siswa
·
Menyelipkan humor seperlunya dalam proses pembelajaran
·
Menjadikan siswa sebagai partner yang baik dalam kegiatan
belajar mengajar
Seorang pendidik yang baik, yang
memiliki karakter kuat dan cerdas juga harus menerapkan hal-hal berikut dalam
kegiatan belajar mengajar demi generasi yang gemilang :
·
Menanamkan pola pikir ilmiah yang acuannya dasar hukum yang
valid dan jelas
·
Memberikan jawaban tidak hanya fokus pada pertanyaan saja,
tapi jawab dengan kaidah umum. Tujuannya agar siswa mendapatkan hasil dengan
sendirinya tanpa harus di dikte oleh guru.
·
Memberikan perhatian lebih intensif terhadap potensi yang
dimiliki siswa
·
Menggabungkan atau mengkaitkan materi yang diberikan dengan fakta
sehari-hari
·
Memberikan apresiasi bagi siswa yang berprestasi
·
Menyampaikan materi pembelajaran secara menarik dan variatif
Pendidikan moral menjadi bingkai
pembentuk calon pendidik berkarakter kuat dan cerdas. Setelah membaca artikel
ini, diharapkan calon pendidik khususnya mahasiswa dengan background jurusan
pendidikan harus lebih ditekankan mengenai pendidikan moral. Nantinya dapat
menjadi bekal yang bermanfaat saat berinteraksi dengan siswa di kelas,
lingkungan sekolah ataupun di Lingkungan masyarakat.
